Catatan Terupdate Setiap Hari

Tulisan Berisi Info Yang Bermanfaat bagi pembaca nya

Breaking

Kamis, 20 Februari 2020

Pemasaran Digital Dan Pemasaran Konvensional.



Dilihat dari bentuk media, kita sanggup mengelompokannya menjadi dua cuilan yakni digital dan konvensional. Pemilihan platform untuk memasarkan produk harus dipikirkan secara matang seiring dengan seni administrasi pmesaran.

Jangan hingga kita salah memilih platform pemasaran yang jadinya sanggup merugikan pundi-pundi keuangan. Mau untung, ,malah buntung.

Media Pemasaran Digital

Perubahan sikap milenial dan kehadiran Gen Z yang lebih menyukaii fasilitas saluran mensugesti tugas media pemasaraan secara digital. Wajar saja, begitu dekatnya genrasi sekarng ini dengan perkembangan internet dan penggunaan ponsel pintar.

Digital marketing kini dinilai paling efektif sebab generasi XYZ menjadi target paling empuk yang merajai pangsa pasar.

Pemasaran dilakukan melalui media online, blog, dan situs jejaring sosial ibarat intagram, youtube, facebook, twitter, kaskus, bahkan keberadaan market place juga menjamur.

Konten iklan dari media digitak kini cukup variatif mengikuti perkembangan bentuk media sosial. iBig juga sudah melaksanakan pemasaran konten di instagram iBiG Digital dan facebook iBig digital.

Adapun bentuk iklan di media digital meliputi:

1. Pop Up Ads
2.Banner Ads
3.Native Ads
4.Video Ads
5.Social Media Ads (Facebook,Instagram,dll)
6.Search Engine Ads
7.Endorse dari influencer
8.Adlibs
9.spot di radio streaming

Masih banyak bentuk-bentuk iklan digital lainnya. Namun yang harus diperhatikan, kita harus mempunyai kemampuan copywriting untuk mencuru perhatian audience. Penggunaan kata kunci yang sempurna menciptakan pengunjung gampang menemukan konten yang kita buat.

Dengan tunjangan Search Engine Optimization (SEO) kita sanggup memasarkan dan memosisikan konten pada perinkat yang lebih baik di mesin pencari ibarat Google.

Tapi untuk bisa memanfaatkan media pemasaran digital, setidaknya kita juga perlu menciptakan beberapa aset digital sebagai media pendukungnya. Sebut saja website akun sosial media. Selain itu , jangan lupa menciptakan rencana dan seni administrasi digital marketing yang sempurna supaya kegiatan iklan yang dijalankan memberi dampak poditif bagi penjualan produk.


Media pemasaran Konvensional

Siapa yang tidak asaning dengan televisi, radio, koran, ataupun kertas selebaran gosip alias flyer? Teknik periklanan ini sudah sejah semenjak usang digunakan.  Oleh sebab itu, kita sanggup membagi jenis media konvensional menjadi media elektronik dan cetak

1. Media Elektronik

Yang masih populer dan digandrungi hingga ketika ini yaitu televisi/TV. Biasanya iklan di televisi berada di sela-sela sebua acara. Budget iklan di media tersebut tergantung pada slot yang tersedia, ratung kegiatan tv, dan jam tayang.

Namun kini, iklan sanggup disisipi dalam kegiatan tersebut. Misalnya, pada kegiatan varoety show, pembawa kegiatan menyebutkan dan memakai merk tersebut pada satu sagmen.

Berikut ada media iklan melalui radio. Bentuk iklan radio biasanya berupa drama dengan bentuk-bentuk sound effect yang mendukunnh. Bebrapa tahun terakhir, channel pemasaran ini mulau turun pamornya seiring dengan pindahnya pengguna radio ke media internet yang lebih canggih.


2.Media Cetak

Media cetak sendiri bisa berupa koran, majalah, flyer dan brosur, poster, spanduk, banner, baliho hingga reklame. Penyebaran sendiri cukup terbatas dengan biaya pemasangan iklan yang cukup tinggi.

Meskipun media koran dan majalah mengalami kelumpuhan sebab persaingan di abad digitalisai, medium lainnya masih mampuh mengikuti keadaan dan mempunyai media promosi untuk meraup konsumen di satu kawasan.

Tidak hanya itu, cara beriklan kini menjadi lebih luwes. Bermodal kreatifitas dan dengan cara berfikir yanng out of the box, iklan dimedia tradisional ini sanggup menarik perhatian audience. Salah satunya. baliho GO-Jek di perhatian kuningan yang sempat viral. Banyak masyarakat yang penasaran, kaget, atau kagum dengan iklan yang tidak biasa tersebut.

Sayangnya, karekteristik utama media konvensional cendrung satu arah. Audience tidak sanggup secara pribadi memperlihatkan feedback atau mendapat tanggapan dari rasa penasarannya mengenai suatu produk.

Bisa jadi, iklan tersebut hanya sekali lihat dan isinya tidak sampai, bahkan tidak menggugah audience. Namun, hal ini sanggup disiasati dengan konten iklan yang bend the rules.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar